Dengan alasan regenerasi, pemilik nama lengkap Muhammad Tito Karnavian tidak ingin terlalu lama berada dalam Korps Bhayangkara, meski masa purna bhaktinya berakhir pada 2022 nanti.

“Secara jujur saya sampaikan bahwa hati kecil saya tidak ingin sampai 2022 selesai karena terlalu lama. Tidak sehat untuk organisasi, karena organisasi butuh penyegaran. Kalau boleh saya ingin ke almamater saya Nanyang Technological University, Singapore. Singapore itu sangat menghargai pendidikan, sektor favorit. Kalau di kita (Indonesia) pendidikan sektor yang tidak favorit,” jelasnya saat Rapat Kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (17/7).

Pernyataan Tito ini muncul setelah beberapa waktu belakangan ini media ramai memberitkan soal rencana pensiun dininya. Saat Raker, anggota Komisi III juga ramai-ramai menanyakan hal itu. Tito membenarkan kalau dia hendak pensiun dini.

“Kemudian ditanya, apakah Pak Tito ingin masuk politik? Apalagi masuk ke politik. Di Polri saja saya banyak musuhnya, politik itu lebih banyak musuhnya lagi makin stres. Saya tidak tertarik ke politik saya hanya tertarik ke dunia pendidikan,” ujar Tito.

LEAVE A REPLY